Tahapan Metode Rekayasa Sistem Jaringan Komputer – Perencanaan, Analisis, Perancangan, dan Pengembangan

Kali ini penulis mencoba meringkas materi dari buku Jaringan Dasar kelas X yang dikeluarkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan berdasarkan kurikulum 2013. Jaringan komputer merupakan sebuah sistem sehingga metode rekayasanya juga harus menggunakan pendekatan sistem. Pendekatan sistem tidak berpijak pada pengumpulan data (induktif), namun bertitik tolak pada tujuan yang akan dicapai. Data dipergunakan untuk menunjang seluruh proses awal sehingga diperoleh spesifikasi sistem.

Tahapan metode rekayasa sistem jaringan komputer meliputi: perencanaan, analisis, perancangan, pembangunan, penerapan, evaluasi, pemeliharaan, dan pengembangan jaringan komputer. Pada artikel kali ini, penulis hanya akan menjelaskan pokok dari metode mulai dari perencanaan sampai pembangunan/pengembangan.

1. Perencanaan

Pada tahap ini membahas tentang visi, misi, tujuan, dan kebijakan organisasi sehingga muncul rencana RSJK. Selain itu, tahap ini berorientasi pada organisasi, ekonomis, dan teknis. Output dari perencanaan adalah Term of Reference (TOR) yang bersifat sistemik, sistematik, dan strategik sehingga dapat dijadikan rujukan kerja selanjutnya.

2. Analisis

Pada tahap ini meliputi identifikasi masalah, identifikasi kebutuhan, dan analisis berkaitan dengan data dan informasi melalui studi literatur dan studi kelayakan.

Khususnya saat site survey, hal-hal atau informasi yang perlu kita catat sebagai dokumentasi fisik, yaitu:

  1. Lokasi fisik dari peralatan, seperti: router, switch, dan host.
  2. Bagaimana peralatan tersebut bisa saling terhubung.
  3. Jalur dan panjang kabel atau media transmisi lainnya yang bisa digunakan.
  4. Konfigurasi hardware, seperti: host dan server.

Sedangkan, informasi yang perlu dicatat dalam pendokumentasian topologi logis, yaitu:

  1. Letak dan ukuran dari broadcast dan collision domain.
  2. Skema untuk IP (Internet Protocol) Addressing.
  3. Skema penamaan.
  4. Konfigurasi sharing.
  5. Permission (hak akses).

Pemahaman Sistem

Pemahaman sistem meliputi karakteristik data, mekanisme (transaksi, jalur kritis, puncak trafik), perangkat pengolah data, dan tata ruang/bangunan.

Selain itu, dalam tahap ini juga diperlukan identifikasi masalah dan identifikasi kebutuhan, yang meliputi: kinerja, efisiensi, produktivitas, distribusi, fleksibilitas, integritas, keamanan, dan lain-lain.

Analisis yang dilakukan diantaranya: analisis kelemahan sistem, analisis distribusi tugas dan tanggung jawab, analisis pengukuran pekerjaan, analisis keandalan, analisis dokumen, analisis laporan, analisis teknologi, dan analisis kebutuhan.

3. Perancangan

Tahap ini melakukan pemilahan dan pemilihan perangkat yang akan digunakan untuk RSJK setelah tahap analisa serta melakukan perancangan sistem jaringan menggunakan prototype.

Langkah-langkahnya sebagai berikut:

  1. Pemilihan perangkat yang akan digunakan
  2. Mendesain jaringan yang lebih mutakhir
  3. Mengidentifikasi kelemahan desain

4. Pengembangan

Pengembangan memiliki  4 tahap, yaitu: planning (perencanaan), design (perancangan), implementation (implementasi), dan operation (operasional).

a. Perencanaan

Pada tahap ini bertujuan untuk mendapatkan informasi terkait dengan kebutuhan (needs), keinginan (desirability), dan kepentingan (interest).

b. Perancangan

Tahap ini merupakan detail dari perencanaan diatas. Tahap dimana faktor-faktor yang ada dalam perencanaan dijadikan secara detail untuk kebutuhan selanjutnya saat implementasi. Beberapa aspek yang termasuk menjadi perhatian dalam tahap ini, diantaranya: pendefinisian operasional jaringan (perhitungan sumber daya dan pemakaian jaringan), pendefinisian administrasi komputer (jenis autentifikasi dan data dalam jaringan), dan pendefinisian administrasi jaringan (pembagian tugas dalam maintenance jaringan), serta checklist dan worksheet (catatan kebutuhan, kejadian, dan prosedur yang terjadi dalam jaringan).

c. Implementasi

Tahap ini merupakan pemasangan jaringan secara aktual yaitu semua rencana dan rancangan diterapkan dalam pekerjaan fisik jaringan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *